Kamis, 26 Februari 2015

tips untuk berhenti meroko

1. jangan lah bermain dengan teman anda yang sering meroko 2. perbanyak lah minum air putih agar semua nikotin nya hilang , kalau perlu setengah galon per hari :D ahaha 3. pastikan anda jangan punya uang , agar ga punya uang buat beli roko semoga bermanfaat meroko membunuhmu . maka buatlah dirimu sehat tanpa meroko ,

cara memnyembukan burung yang patek

tips menyembuhkan burung yang patek 1. jemurlah burung anda setiap hari agar patek nya mengering dan nanti akan copot sendiri pateeknya 2. jangan biarkan pateknya sampai basah / terkena air sedikitpun 3. dan jangan dekatkan burung patek anda dengn burung yang sehat karna akan menular 4. yang pastinya jangan anda copot pateknya dengan sengaja biarkan lah pateknya copot sendiri semoga bermanfaat

ciri ciri burung merpati yang bagus

ciri2 burung yang bagus - badannya bagus - bulunya keras dan tidak lemes - kepalanya jenong . dan pastikan saat anda membel burung merpati jangan lah yang tua , patikan kalau dia sehat - buka mulut burungnya dan cium , dan pilih lah yang mulutnya ga bau karna burung yang mulutnya bau , itu tandanya burung nya sedang sakit semoga bermanfaat

Profil PERSIB BANDUNG

Nama Club : PERSIB BANDUNG Kota : Bandung Negara : Indonesia Juara : 2x Juara ISL(Indonesia Super League) Julukan club : MAUNG BANDUNG / PANGERAN BIRU Nama sporter : VIKING, BOBOTOH, BOMBER, HOOLIGAN, CASUAL, ULTRAS, VPC. Nama Std.Persib : Gelora Bandung Lautan Api Jumlah Sporter : 10 Juta lebih semoga anda makin kenal dan makin cinta PERSIB BANDUNG

tips agar lari tidak gampang cape

tips supaya kita lari ga gampang cape tipsnya sangat mudah - jangan terlalu banyak minum dan makan di saat sebelum lari - harus melakukan pemanasan sebelum lari - jangan minum ketika kehausan saat lari - ketika lari kita harus bisa mengatur nafas kita , cara mengatur nafasnya . ketika kkita sedang lari kita harus tarik nafas dari hidung , dan buang dari mulut , karna itu lah hal yang terpenting saat lari semoga bermanfaat

cara membuat fisik menjadi kuat

jika kita ingin membuat fisik kita kuat . 1. setiap pagi sering lah meminum air putih ( jangan minum baygon ) 2. lari pagi dan sore minimal 500meter 1-hari 2x 3. fush-up minimal 40 sehari 4. perbanyak lah minum air putih 5. makan makanan yang sehat 6. perbanyak lah makan buah buahan 7. harus sering minum vitamin 8. jangan terlalu banyak minuman minuman yang mengandung gula

cara menjadi bek terbaik

Untuk menjadi bek yang hebat, beberapa faktor yang harus terpenuhi. Ada yang faktor internal seperti skill, postur tubuh dan ada yang dari faktor eksternal seperti sepatu, jersey. Tetapi yang paling mempengaruhi adalah skill dari seorang bek. Maka dari itu, Soccer Blog akan memberikan tips untuk mejadi bek hebat. 1. Jagalah Pemain Lawan Dengan Ketat. Tips ini adalah tips dasar untuk menjadi bek hebat. Kita harus bisa menjaga pemain penyerang law an dengan ketat, agar ia tidak memiliki kesempatan untuk melakukan shoot ke gaw ang. Jika kita gagal mejaga pemain law an, maka akan ada peluang besar yang mungkin dapat menjebol gaw ang tim kita. Seperti pada saat tendangan pojok atau saat tendangan bebas, kita harus menjaga dengan ketat 2. Jangan Ragu Menggunakan Skill Maksud dari tips ini adalah jangan ragu untuk menggunakan skill menggocek seperti penyerang dalam menjadi bek. Bila dalam keadaan terpaksa, kita boleh saja menggunakan tips ini. Tetapi jangan terlalu sering, karena dapat beresiko tinggi dapat direbut bola oleh pemain law an. Skill yang biasa digunakan adalah Back Heel untuk membuang bola jika terjadi kemelut di depan gaw ang. Jika kita menjadi Wing Back yang sering membantu penyerangan, kita sangat membutuhkan skill ini untuk mengecoh pemain lawan. 3. Jangan Terlalu Mengambil Resiko Sebagai bek, kita tidak boleh mengambil resiko dengan membawa bola sendiri tanpa mengoper ke teman. Hal ini diperlukan karena jika kita membawabola sendiri dan dalam keadaan terdesak, bola kemungkinan besar dapat direbut oleh lawan. Lalu, sebaiknya jika bola terlalu kecang, biarkan saja keluar lapangan atau jika bolanya bergerak pelan, segera tendang sekeras - kerasnya bola itu ke depan.(Tetapi jangan kehilangan kontrol dan menendang ke luar lapangan) 4. Gunakanlah Sedikit Trik yang Biasa Digunakan Seorang Bek Kita boleh menggunakan sedikit trik seperti menarik baju dan mendorong selama masih berada di luar kotak penalti. Tetapi, jika pemain lawan sudah di depan dan tinggal berhadapan dengan kiper, kita tidak boleh mekakukan pelanggaran karena berpotensi kartu merah. Jika terjadi kejadian seperti itu, sebaiknya kita menyerobot dan mendang bola yang dibawa oleh pemain itu. Selama kita hanya menendang bola dan tidak menendang kaki atau bagian tuhun lain lawan, itu bukan merupakan sebuah pelanggaran walaupun pemain itu terjatuh.

Tips dan Trik Juggling dalam Sepak Bola

Jugling merupakan salah satu ketangkasan dalam sepakbola. Jugling Bol sebenarnya membantu pemain membangun kontrol bola yang luar biasa dan penanganan keterampilan dalam mengolah bola. Dengan jugling memungkinkan pemain untuk membuat saat yang tepat untuk menyerang bola dan mencetak gol untuk menang. Berikut adalah beberapa tips tentang bagaimana Anda dapat meningkatkan teknik juggling bola: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8E_P21tGf7FJZCkM4LV_kBUFUJMxb01L5zNI7ZE8pWoscPWqVavmT_mfoa47G3aggFDJqqcBudiqXSoPwrVfNfJZP2Otpaw9uWgLUq-YHyXN0Hhb9rS_-ZNmtQf82RSh6HMv48Bxf2at6/s1600/_agg4166.jpg Fokus pada satu bagian tubuh. Pertama, latihlah salah satu bagian kaki anda, kiri atau kanan terlebih dahulu. Lakukan setidaknya 10 berturut-turut juggling menggunakan kaki kanan tanpa bola jatuh ke tanah, kemudian lakukan hal yang sama dengan kaki kiri Anda, setelah itu dengan paha kiri ataupun kanan sapai latihan dengan kepala . Lakukan secara bergantian .Setelah Anda dapat mengontrol bola dengan bagian-bagian tubuh yang berbeda, sekarang coba bolak-balik gerakannya. misalnya, 2 kali menggunakan kaki kanan, lalu tekan dua kali lagi tapi sekarang menggunakan kaki kiri. Setelah itu anda bisa gunakan kombinasi untuk melatih jugling.

tips bermain futsal yang sehat

Sekarang ini sedang marak2nya olahraga futsal, baik bapak-bapak ataupun anak muda, bahkan anak2 pun gemar bermain futsal, mungkin karena olahraga bola ini olahraga yang cukup terkenal di Internasional. Sekarang ini pun sudah banyak jenis lapangan yang digunakan ada yang mengunakan karpet karet, rumput sintetis dan bahkan ada yang menggunakan lantai semen biasa. Namun selain itu Anda juga harus mengetahui tips-tips yang benar dalam berolahraga futsal, berikut 5 tips menjadi pemain futsal layaknya bintang lapangan, yaitu: 1. Lakukan pemanasan dan pendinginan Melakukan pemanasan sebelum bermain sangat penting karena tanpa pemanasan anda akan merasa kaku dan cepat lelah saat bermain, bahkan bisa membuat urat Anda putus dikarenakan otot-otot yang sedang diam, namun secara spontan Anda menendang bola atau berlari. Tapi lakukanlah pemanasan jangan terlalu berlebihan dan lama, anda cukup melakukannya 5-7 menit, kalau berlebihan anda bakal merasa terlalu lelah saat bermain. Banyak latihan olahraga yang mendukung permainan futsal. Pemanasan seperti dalam latihan badminton akan menambah kecepatan kaki. Sementara pendinginan Anda lakukan setelah Ada selesai bermain, ini berfungsi untuk pematangan otot yang Anda telah latih, merenggangkan otot yang sedang panas dan kencang, dan mencegah penyakit varises. 2. Tendang dengan ujung kaki Dengan beratnya bola futsal, anda dianjurkan untuk menendang bola dengan ujung kaki/jari-jari kaki, maka tendangan anda akan sangat keras. Tendangan memisang tidak terlalu dianjurkan karena masalah lapangan yang kecil lagi. Tips ini sering saya gunakan dalam melakukan tendangan free kick karena terbukti bisa mencetak gol. 3. Jangan minum terlalu banyak saat dan setelah berolahraga Walaupun merasa sangat haus, minumlah secukupnya, jangan mengikuti hasrat, dan minumlah air yang tidak dingin dan tidak panas. Kekembungan mempengaruhi cara bermain Anda. terlebih minum terlalu banyak berakibat buruk bagi sarat dan jantung karena tubuh kita yang sedang panas berkeringat langsung di timpa dengan air, bisa jadi badan kita drop. 4. Hindari terlibat kontak fisik Peraturan futsal sama ketatnya dengan basket dan sepak bola. Kontak fisik secara serius akan diberi pelanggaran, dan anda juga tidak boleh menyapu kaki lawan anda, tidak seperti dalam bermain bola lapangan besar. Wasit PSSI untuk futsal tentunya paham dan harus jeli masalah ini. 5. Bermain cepat dan berputar Tips yang terakhir yang saya rekomen untuk Anda jika menjadi bintang lapangan. Dalam olahraga futsal, permainan lebih baik dilakukan dengan tempo irama cepat dan tidak berlama-lama mengiring bola, dan disarankan agar setelah mengoper bola secepatnya mencari posisi yang baik untuk kembali dioper itu yang dinamakan tempo cepat agar rekan tim Anda bisa imbang cepat dengan Anda. Posisi tetap layaknya permainan sepak bola tidak dianjurkan dalam bermain futsal, karena tidak cocok dengan lapangan yang kecil.

cara agar facebook anda aman

banyak orang yang fb nya sering kena hack , nahh kali ini saya akan memberi tahu agar fb anda aman :) cara agar fb anda aman yaitu : 1.) anda harus memakai email asli 2.) pastikan email itu email utama anda 3.) masukan no hp 4.) jangan pernah ngespam 5.) jangan pernah menambahkan teman teerlalu banyak yang pastinya jangan melarang larangan bang mark yaa :)

Sejarah PERSIB 1995-2009

Setelah meraih juara Liga Indonesia I 1994-1995, prestasi Persib mulai menurun. Akan tetapi, dalam kompetisi internasional prestasinya cukup mengesankan karena sempat berlaga sampai perempat final Piala Champion Asia. Namun di tanah air Persib harus merelakan trofi Piala Liga Indonesia jatuh ke tangan saudara se-kota Tim Mastrans Bandung Raya yang akhirnya menjadi juara Liga Indonesia II. Ternyata perjalanan Persib dalam mengarungi Liga Indonesia tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Meski perombakan di tubuh Persib kerap terjadi, belum juga menuai hasil maksimal, bahkan Persib sempat terancam terdepak dari kompetisi Liga Indonesia karena kerap di posisi papan bawah. Pada Liga Indonesia VII/2001 diarsiteki pelatih Indra Thohir dan Deny Syamsudin, Persib bisa lolos ke babak “8 Besar” di Medan, tetapi akhirnya gagal ke semifinal. Pergantian pelatih pun dilakukan termasuk dengan mendatangkan dari Polandia, Marek Andrejz Sledzianowski pada Liga Indonesia IX/2003. Namun, Marek Sledzianowski tidak seberuntung seniornya, Marek Janota. Sledzianowski diganti di tengah jalan karena Persib terseok-seok di papan bawah. Untuk menghindari jurang degradasi, pengurus Persib mendatangkan pelatih asing asal Cile, Juan Antonio Paez. Upaya ini berhasil dan Paez dipertahankan hingga Liga Indonesia X/2004. Pada Liga Indonesia XI/2005, Indra Thohir kembali dipanggil. Namun, Persib harus puas di peringkat lima. Kompetisi berikutnya, Risnandar Soendoro dipercaya menjadi pelatih. Namun, dia hanya bertahan hingga dua pertandingan awal kandang setelah kalah dari PSIS dan Persiap di Stadion Siliwangi Bandung dan posisinya diganti Arcan Iurie Anatolievici. Pelatih asal Moldova itu kembali dipertahankan untuk menukangi Persib pada Liga Indonesia XIII 2007. Saat itu, Persib sudah diprediksi bakal meraih gelar juara karena pada paruh musim tampil sebagai pemuncak klasemen Wilayah Barat dan memenangkan duel dengan PSM sebagai pemuncak klasemen Wilayah Timur. Akan tetapi, pada putaran kedua, Persib terpeleset dan prestasinya menurun sehingga menempati peringkat kelima dan gagal lolos ke babak “8 Besar”. Pada Kompetisi Liga Super Indonesia I/2008-2009 untuk kali pertama Persib diracik pelatih dari luar Bandung. Jaya Hartono (Medan), yang membawa Persik Kediri menggondol Piala LI IX/2003 dipanggil untuk meracik Persib. Sayangnya, Persib harus puas menempati peringkat tiga dalam kompetisi yang menggunakan format satu wilayah itu. Pada Liga Super Indonesia II/2009-2010, Persib yang masih ditangani Jaya Hartono kemudian diganti asistennya Robby Darwis pada putaran kedua kompetisi hanya menempati peringkat keempat klasemen akhir

Sejarah PERSIB 1991-1994

Pada Kompetisi 1991-1992, Persib gagal mempertahankan gelar setelah kalah 1-2 dari PSM di semifinal, dan 1-2 dari Persebaya pada perebutan tempat ketiga dan keempat. Pada tahun 1993 Wahyu Hamijaya dipilih menjadi ketua umum Persib menggantikan Ateng Wahyudi. Pada kompetisi penutup Perserikatan 1993-1994 Persib meraih gelar juara setelah di final mengalahkan PSM 2-0 melalui gol Yudi Guntara dan Sutiono Lamso. Persib pun berhak membawa pulang Piala Presiden untuk selamanya karena kompetisi berikutnya berubah nama menjadi Liga Indonesia, yang pesertanya dari Galatama dan Perserikatan. Saat merebut gelar juara Kompetisi Perserikatan terakhir, trio pelatih yang menangani Persib adalah Indra Thohir, Djadjang Nurdjaman, dan Emen “Guru” Suwarman. Materi pemainnya, yakni Aris Rinaldi (kiper), Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Yusuf Bachtiar, Asep Kustiana, Sutiono Lamso, Kekey Zakaria, Yudi Guntara. Persib kembali mencatatkan namanya dalam sejarah kompetisi Liga Indonesia. Persib berhasil mencapai final dan menggengam trofi juara dengan menaklukkan Petrokimia Putra dihadapan lebih kurang 80.000 penonton di partai final dengan skor 1-0 melalui gol Sutiono Lamso pada menit ke-76. Sorai-sorai pun bergemuruh di Stadion Utama Senayan Jakarta. Saat itu, Persib ditangani trio pelatih Indra Thohir, Djadjang Nurdjaman, Emen “Guru” Suwarman. Persib menggunakan formasi 3-5-2 dengan materi pemain adalah Anwar Sanusi (kiper), Robby Darwis, Yadi Mulyadi, Mulyana (belakang). Dede Iskandar (kanan), Nandang Kurnaedi (kiri), Asep “Munir” Kustiana, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara/Asep Sumantri (gelandang), Kekey Zakaria, Sutiono Lamso (depan).

Sejarah PERSIB 1986-1990

Pada tahun 1985 Ateng Wahyudi menjadi ketua umum Persib menggantikan Solihin GP. Harapan yang dinantikan meraih juara kembali akhirnya terwujud. Pada Kompetisi Perserikatan 1986, Persib yang ditangani pelatih Nandar Iskandar meraih juara setelah di final mengalahkan Perseman Manokwari 1-0 melalui gol tunggal Djadjang Nurdjaman, di Stadion Senayan. Materi pemain Persib saat itu masih hasil polesan Marek Janota seperti Sobur, Boyke Adam (kiper), Robby Darwis, Adjat Sudrajat, Sukowiyono, Yana Rodiana, Adeng Hudaya, Sarjono, Iwan Sunarya, Sidik Djafar, dll. Prestasi Persib masih tergolong stabil. Meski gelar itu lepas ke tangan PSIS pada Kompetisi 1987 dan Persebaya pada 1988, Persib masih berlaga di Senayan. Persib kembali meraih gelar juara pada Kompetisi 1990 setelah mengalahkan Persebaya 2-0 melalui gol bunuh diri Subangkit, dan Dede Rosadi. Saat itu, Persib yang ditangani pelatih Ade Dana dengan asisten Dede Rusli dan Indra Thohir diperkuat: Samai Setiadi (kiper), Robby Darwis, Adeng Hudaya, Ade Mulyono Asep Sumantri, Nyangnyang/Dede Rosadi, Yusuf Bachtiar, Sutiono Lamso, Adjat Sudrajat, Dede Iskandar, Djadjang Nurdjaman.

Sejarah PERSIB 1933-1940

Sebelum lahir nama Persib, pada tahun 1923 di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB). BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakn i R. Atot. BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain bernama Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada 14 Maret 1933 kedua klub itu sepakat melebur dan lahirlah perkumpulan baru yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai ketua umum. Klub- klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi. Setelah tampil tiga kali sebagai runner up pada Kompetisi Perserikatan 1933 (Surabaya), 1934 (Bandung), dan 1936 (Solo), Persib mengawali juara pada Kompetisi 1939 di Solo.

Sejarah PERSIB 1941-1969

Setelah Indonesia merdeka, pada 1950 digelar Kongres PSSI di Semarang dan Kompetisi Perserikatan. Persib yang pada saat itu dihuni oleh Aang Witarsa, Amung, Andaratna, Ganda, Freddy Timisela, Sundawa, Toha, Leepel, Smith, Jahja, dan Wagiman hanya mampu menjadi runner-up setelah kalah bersaing dengan Persebaya Persebaya. Pada tahun 50-an Aang Witarsa dan Anas menjadi pemain asal Persib pertama yang ditarik bergabung dengan tim nasional Indonesia untuk bermain di pentas Asian Games 1950. Prestasi Persib kembali meningkat pada 1955-1957. Munculnya nama-nama seperti Aang Witarsa dan Ade Dana yang menjadi wakil dari Persib di tim nasional untuk berlaga di Olimpiade Melbourne 1956. Pada ajang itu, tim nasional Indonesia berhasil menahan imbang Uni Sovyet sehingga memaksa diadakan pertandingan ulang yang berujung kekalahan telak untuk Indonesia dengan skor 4-0. Persib makin disegani. Pada Kompetisi 1961 tim kebanggaan “Kota Kembang” itu meraih juara untuk kedua kalinya setelah mengalahkan PSM Ujungpandang. Materi pemain Persib saat itu adalah Simon Hehanusa, Hermanus, Juju (kiper), Ishak Udin, Iljas Hadade, Rukma, Fatah Hidayat, Sunarto, Thio Him Tjhaiang, Ade Dana, Hengki Timisela, Wowo Sunaryo, Nazar, Omo Suratmo, Pietje Timisela, Suhendar, dll. Karena prestasinya itu, Persib ditunjuk mewakili PSSI di ajang kejuaraan sepakbola “Piala Aga Khan” di Pakistan pada 1962. Bintang Persib saat itu juga telah lahir Emen “Guru” Suwarman. Setelah itu, prestasi Persib mengalami pasang surut. Prestasi terbaik Persib di Kompetisi perserikatan meraih posisi runner up pada 1966 setelah kalah dari PSM di Jakarta.

Sejarah PERSIB 1970-1985

Pada tahun 70-an, Persib mengalami masa sulit dan miskin gelar. Namun, Max Timisela, yang menempati posisi gelandang menjadi langganan tim nasional. Puncaknya pada Kompetisi Perserikatan 1978-1979, Persib terdegradasi ke Divisi I. Kondisi itu membuat para pembina Persib berpikir keras untuk melakukan revolusi pembinaan. Dipersiapkanlah tim junior yang ditangani pelatih Marek Janota (Polandia). Kemudian, tim senior diarsiteki Risnandar Soendoro. Gabungan pemain junior dan senior ini membuahkan hasil karena Persib berhasil promosi ke Divisi Utama dengan materi pemain seperti Sobur (kiper), Giantoro, Kosasih B, Adeng Hudaya, Encas Tonif, dll. Hasil polesan Marek ini lahirlah bintang-bintang Persib seperti Robby Darwis, Adeng Hudaya, Adjat Sudrajat, Suryamin, Dede Iskandar, Boyke Adam, Sobur, Sukowiyono, Iwan Sunarya, dll. Hasil binaan Marek ini membawa Persib lolos ke final bertemu PSMS pada Kompetisi Perserikatan 1982-1983 dan 1984-1985. Dua kali Persib harus puas sebagai runner up setelah kalah adu penalti. Pada final 1984-1985 mencatat rekor penonton karena membeludak hingga pinggir lapangan. Dari kapasitas 100.000 tempat duduk di Stadion Senayan, jumlah penonton yang hadir mencapai 120.000 orang.