Jumat, 20 Mei 2016
PREVIEW Final Piala FA: Crystal Palace - Manchester United
United bertekad menjuarai Piala FA pertamanya sejak 2004, selagi Palace berniat membalas dendam pada Setan Merah yang sempat mengalahkan mereka di final 1990.
Manchester United berpeluang menambah koleksi trofi Piala FA jika mampu mengalahkan Crystal Palace di final yang menurut rencana digelar di Wembley, Sabtu (21/5) malam WIB.
United terakhir kali mengangkat trofi tersebut pada 2004 silam – waktu itu mereka mengalahkan Millwall dengan skor 3-0 – selagi Palace berniat membalas dendam pada Setam Merah yang pernah menumbangkan mereka di final 1990.
Manajer United Louis van Gaal menyatakan bahwa trofi Piala FA akan sangat penting bagi klubnya, dengan mengatakan: “Klub seperti United butuh gelar bergengsi. Kami membutuhkannya dan demikian juga para pemain. Maka dari itu segala sesuatunya akan berjalan dengan mudah ketika kami mampu menang.
"Sangat menarik ketika Anda sudah sangat dekat [dengan trofi juara] tapi dekat saja tidak cukup, Anda harus bisa memenangkannya."
Sementara itu, juru taktik Palace Alan Pardew, yang merasakan kekecawaan dikalahkan United di final 1990 sebagai pemain, optimistis bahwa timnya punya kesempatan untuk mengakhiri masa penantian akan gelar bergengsi, dengan ia menyebut tekanan ada pada kubu lawan.
Dalam sesi jumpa pers, Pardew mengatakan: “Saya kira tekanan justru selalu ada pada mereka, Manchester United, karena mereka adalah tim yang ikonik," ujarnya.
"Ada sejarah yang berbeda mereka bawa ke laga ini. Sejarah yang kami punya adalah pernah kalah di final, jadi para pemain punya kesempatan untuk bisa membalasnya dan ini bakal menjadi trofi bergengsi pertama bagi klub.
"Kami memang belum memenangkan apapun. Adalah klub yang punya DNA dan saya pikir akan sangat baik jika klub bisa menambahkan DNA meraih gelar juara.
"Satu laga lagi, satu tim Liga Primer untuk dikalahkan dan kami akan berjaya. Saya merasa para pemain dalam kondisi yang baik."
Untuk duel nanti, United bisa kembali mengandalkan Marouane Fellaini yang sempat absen di tiga partai terakhir Liga Primer akibat suspensi, dengan Marcos Rojo dan Matteo Darmian dinyatakan fit, meski Morgan Schneiderlin diragukan ketersediaannya karena sakit.
Joe Ledley (patah kaki) akan absen membela Palace, namun Pardew berharap kehadiran Scott Dann, Yohan Cabaye, Wilfried Zaha dan Connor Wickham untuk pertandingan nanti setelah diistirahatkan dalam kekalahan 4-1 di Southampton pada pekan lalu.
Tantan Siap Lawan Permainan Kasar Persiba
PERSIB Bandung akan menghadapi Persiba Balikpapan pada laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016, di Stadion Persiba, Sabtu (21/5/2016) mendatang, menjelang laga tersebut skuat Maung Bandung sudah dalam keadaan siap.
Srtiker Persib, Tantan menuturkan selama beberapa hari kebelakang skuat Maung Bandung sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi tim berjuluk Beruang Madu tersebut.
“Persiapan di dalam tim, kekompakan sudah merasa ada kemajuan, kita udah disiapkan fisik antisipasi persiapan menghadapi mereka,” kata pemain bernomor punggung 82 ini.
Soal permainan keras yang sering diperagakan Persiba, pemain asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini menilai wajar, namun jika menjurus ke arah kasar, Tantan juga siap untuk meladeni permainan tersebut.
“Kalau kasar secara main bola wajar, tapi kalau kasarnya berlebihan kita lawan walaupun di kandang mereka, gak usah takut gak usah gentar,” tegasnya
Anthony Menang, Indonesia Berbalik Ungguli Korea
- Indonesia kini berbalik ungguli Korea Selatan 2-1. Poin kedua Indonesia didapatkan oleh tunggal kedua, Anthony Sinisuka Ginting, yang menang dua gim langsung atas Lee Dong Keun.
Di Kunshan Sport Center Stadium, Kunshan, Jumat (20/5/2016), Anthony menang dengan skor 21-18 dan 21-18. Kendati menang, Anthony sempat kesulitan di awal-awal gim.
Lee, pada awalnya, tampak dengan mudah mendikte permainan Anthony. Oleh karenanya, dengan cepat ia unggul 6-2 atas Anthony.
Kendati begitu, Anthony dengan cepat mempelajari gaya main Lee. Keunggulan Lee dengan cepat dipangkasnya sehingga kedudukan berubah menjadi sama kuat: 8-8.
Berulang kali, Anthony mengandalkan kekuatannya dalam melepaskan smash. Cara ini cukup bikin Lee kelabakan dan beberapa kali gagal mengembalikan bola atau justru bikin kesalahan sendiri.
Pertandingan di gim pertama kemudian berjalan ketat, sampai kemudian Anthony unggul 17-13, dan akhirnya menutup gim tersebut dengan keunggulan 21-18.
Di gim kedua, Anthony tampil lebih pede. Pertandingan berjalan lebih seimbang. Lee memang sempat unggul, tetapi Anthony lagi-lagi berhasil mengejar dan menyamakan skor menjadi 8-8.
Setelah kedudukan sama kuat 16-16, Anthony tidak terkejar lagi. Ia pun membawa Indonesia unggul 2-1. Indonesia sebelumnya tertinggal 0-1 ketika Jonatan Christie kalah, tetapi merebut dua laga berikutnya.
Selanjutnya, giliran ganda kedua, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, yang berlaga. Mereka menghadapi Kim Gi Jung/Kim Sa Rang.
Mertua Tutup Usia, Jasuk Pulang Lebih Cepat dari Balikpapan
Full back Persib, Jajang Sukmara, harus meninggalkan skuatnya di Balikpapan lebih cepat karena sang ayah mertua tutup usia di Bandung. Ia mesti meninggalkan tim sebelum pertandingan Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016 antara Persiba melawan Persib digelar Sabtu (21/5) besok di Stadion Persiba.
Sang pemain pergi meninggalkan hotel Blue Sky Balikpapan, tempat tim Persib menginap, pada Jmat (20/5) pukul 7.00 WITA, setelah meminta izin sebelumnya. Ia berangkat menggunakan pesawat dengan rute penerbangan Balikpapan-Jakarta pukul 10.00 WITA.
“Saya keluar hotel tadi jam 07.00 (WITA). Rencananya pakai pesawat ke Jakarta, karena yang ke Bandung tidak dapat,” ungkap Jajang melalui sambungan telepon.
Pemain yang akrab disapa Jasuk ini meminta doa dan pengampunan segala kesalahan, supaya ayahnya bisa tenang di sisi-Nya. “Minta doa dan pemaafannya,” katanya.
Jasuk merupakan satu dari 21 pemain yang diboyong coach Dejan Antonic ke Balikpapan. Tim kebanggaa bobotoh itu ingin mencuri poin atas tim yang diasuh Jaino Matos dalam kejuaraan sepak bola Indonesia, Torabika Soccer Championship (TSC).
Persiba Belum Cetak Gol, Tony Ingin Gawang Persib Cleansheet
Persib Bandung berupaya untuk memaksa menjegal Persiba Balikpapan guna mendapat poin penuh di lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016. Maung Bandung enggan telan kekalahan hingga ingin mencuri poin dengan mempertahankan gawang tetap steril dari gol. Persiba bakal menjamu Persib, Sabtu (21/5) besok, di Stadion Persiba dalam game week keempat TSC.
Sebelumnya tim Beruang Madu tak pernah menang dalam tiga laga TSC, pun mereka tak mampu mencetak sebiji gol pun. Menghadapi Persib bisa jadi target tim arahan Jaino Matos untuk mematahkan tren buruk itu. Mengingat, Persiba kini berada tiga strip di posisi terbawah.
Kendati demikian, full back Persib Tony Sucipto, tak mau membiarkan begitu saja usaha anak-anak Balikpapan. Ia berusaha supaya timnya mampu kembali tampil baik dan mempertahankan gawangnya tak kebobolan.
“Yang pasti karena kita pemain belakang ada kebanggaan tersendiri menjaga pertahan sampai bisa cleansheet ya pastinya setiap pertandingan kita ingin bisa cleansheet, karena cleansheet pertahanan kita dianggap baik,” beber Tony saat ditemui di Blue Sky Hotel, Balikpapan, Jumat (20/5).
Tren buruk Persiba, tak mau jadi patokan jika timnya berpeluang ungguli Okto Maniani dan kolega. Sederet pemain muda, cepat dan lincah menjadikan tim kebanggaan Balista itu patut diperhitungkan dan tetap waspada.
“Lagi, kalau kita enggak lihat Persibanya, apakah mereka bisa atau enggaknya sampai saat ini cetak gol, kita sih melihatnya Persiba tim bagus dengan materi pemain muda juga yang bagus,” tuturnya.
Hacker Steals and Donates €10K in Bitcoin to Kurdish Group
€10K in Bitcoin Given to Rojava-based Kurdish anticapitalist group by same Hacker who compromised Hacking Team and Gamma Group
Do you remember Algerian hacker Hamza Bendelladj who was arrested in Malaysia for hacking into banks and donating a large amount of money to Palestinian charities? Well, he’s in prison now but there’s another good hacker who has been hacking and donating money to anti-ISIS forces.
This hacker is quite intelligent and well-versed at the technique, which is why it is such an easy job for this hacker to conduct such high-profile breaches like that of the Hacking Team and Gamma Group. In the latest strike, this hacker who uses the nickname “Phineas Phisher” “Hack Back!” and “@GammaGroupPR,” has raked in around €10,000 (about £8,000) Bitcoin in a hack attack.
The bitcoin amount has been sent to Kurdish anticapitalist group Rojava Plan that is based in Rojava. Rojava is an autonomous region located in northern parts of Syria. This particular anticapitalist group is being regarded as “one of the most inspiring revolutionary projects in the world today.”
The hacker hasn’t named any of the victims of this hack attack because he is waiting for the right time as “there’s hopefully a few orders of magnitude more on the way.” However, you must be given this information that the US State Department has named this Kurdish group as a “terrorist organization,” that aims to create an independent Kurdish homeland.
The region currently is struggling for its survival though due to its conflict with the ISIS or Daesh as well as Turkey, which is hostile towards it, and thus, in desperate need of money at the moment. The group’s crowdfunding page shows this message from Rojava Plan’s Deniz TarĂ®:
American Citizen wants to be arrested for Donating Bitcoins to Snowden
Over €26,000 has already been donated to the group, as per its crowdfunding page, and there are plans of purchasing some products including two trucks, a hangar, and a small bulldozer.
The hacker stated that the reason behind donating such a huge sum of money in bitcoin was because they are in an “incredibly difficult situation.” The hacker further stated that “with ISIS on one side and US ally Turkey embargoing and attacking them on the other. Yet, in a part of the world the West likes to look down on as a backwards shithole, they’re building a society that takes ‘Western’ values like democracy and feminism to lengths that put the West to shame. All while fighting ISIS and winning, unlike the US trained and supplied Iraqi army.”
So, the hacker claims that the money was donated not to support the cause of Rojava but also to bring media’s attention to this region.
Catalan Police Union Server Destroyed, Data Leaked Against Police Brutality
A couple of hours ago HackRead reported on a robin hood hacker going with the handles “Phineas Phisher” “Hack Back!” and “@GammaGroupPR” stealing Bitcoins and donating them to Kurdish groups. Yes, the same hacker who previously hacked Hacking Team and the developers of FinFisher malware . Now, he’s back with another hack and this time the target is the official website of Sindicat De Mossos d’Esquadra (SME) or the Catalan Police Union.
In a 39minute YouTube video, the hacker has demonstrated the entire attack on the server using Kali Linux, a hacking and penetration testing tools which show he had complete access to the police union’s server. The hacker also defaced the twitter account of the union. Here is a screenshot of the deface page showing several tweets from the hacker himself using the Union’s twitter account.
In-depth analysis of the leaked data:
Though the leaked data is available on Pastebin, HackRead relied on Hacked-DB‘s services on scanning the data. Upon scanning, we have found the data to be legit and highly confidential however, the hacker himself claims in the video that the data is essentially public but according to the Hacked-DB’s findings the data is pretty much sensitive and could lead to numerous attacks, including identity theft, impersonation, trafficking in information and gathering intelligence information on individuals.
There are more than 26,000 leaked email accounts along with the entire website files. The accounts include sensitive personal details e.g email, password, location, phone, mobile, police region, police unit, full name, sex, health insurance and much more.
According to one of the Hacked-DB analysts:
“In the security aspects, the compromised data could lead to numerous attacks, including identity theft, impersonation, trafficking in information and gathering intelligence information on individuals. The information was examined and it appears to be authentic, however, it was not verified with the users.”
Why was the hack conducted?
In a Pastebin post, the hacker explained the reason behind the hack was brutality by the Mossos d’Esquadra (Troopers in English) who are the police force of Catalonia. The post further reveals that the Catalonia police have been involved in a violation of basic human rights such as putting people in prison for an anti-police rap song. However, the video uploaded by hacker contains NWA’s “Fuck the Police” rap song.
“In Spain, freedom of speech doesn’t exist, at least when it comes to criticizing the police. The rappers at 9:50 are facing fines and jail time over their anti-police lyrics! Puppeteers are facing terrorism charges over a play depicting police planting fake evidence to set someone up on terrorism charges. You get arrested and fined 400€ for saying “I’d be ashamed to be a police officer,” according to the hacker.
At the time of publishing this article, the Catalan Police Union website was down.
Langganan:
Komentar (Atom)







