Minggu, 15 Maret 2015

Setelah Ditandu Saat Latihan, Kondisi Yandi Sudah Membaik

Pemain depan PERSIB, Yandi Sofyan, sempat ditandu ofisial dan pemain saat berlatih di Lapangan Sidolig, Sabtu (14/3). Namun, sukurnya hal tersebut tidak berbahaya dan kondisinya pun sudah membaik. Meskipun begitu, dokter tim PERSIB Rafi Ghani mengaku tetap akan melakukan observasi kepada pemain asal Garut tersebut. "Mudah-mudahan tidak apa-apa. Karena cedera yang dialami juga dikarenakan salah pijakan saja," katanya di ruangannya. Sementara, Yandi mengaku kondisinya sudah membaik. Ia pun berharap kondisinya tidak mengganggu persiapan menghadapi Lao Toyota FC di Stadion Si Jalak Harupat, 11 Maret mendatang. "Mudah-mudahan tidak apa-apa. Sudah lebih baik tidak seperti tadi," ungkap Yandi.

Persib Ultah Ke-82, Bobotoh Rindu Sosok Ayi Betik

Salah satu pentolan Viking Persib Klub, Yana Umur, mengaku merasa kehilangan sosok Ayi Beutik dalam ulang tahun PERSIB tahun ini. Meski begitu dirinya tidak mau berlarut dalam suasana kesedihan. Namun dirinya akan melanjutkan perjuangan mendukung Maung Bandung bersama Bobotoh lainnya. "Dulu masih ada almarhum (Ayi Beutik) pada musim lalu. Tapi kita tidak boleh terus berlarut-larut dan tergantung kepada almarhum. Kita bisa berdikari sendiri melanjutkan perjuangan almarhum," kata Yana. Hal tersebut juga dirasakan oleh manajer PERSIB Umuh Muchtar, yang merasakan perayaan hari jadi PERSIB kali ini tidak semeriah saat ada Ayi Beutik. Tapi ia percaya Bobotoh tetap akan setia mendukung tim kebanggaannya itu. "Sekarang kondisinya sudah tidak ada Ayi Beutik (panglima Viking). Tapi kita tetap harus semangat mendukung PERSIB kembali juara musim depan," ungkapnya.

Djanur Putuskan Bawa Apollon Ke Ciamis

Pelatih PERSIB Djadjang Nurdjaman memutuskan mengajak pemain seleksi Apollon Lemondzhava ke Ciamis. Keputusan itu setelah melihat kemampuan pemain asal Georgia ini pada game internal di Lapangan Pusdikpom Cimahi, sore tadi. Meskipun dinilai ciamik dengan menyumbangkan empat gol pada laga yang berakhir 8-0 tersebut, Djadjang tetap belum memutuskan apakah akan merekrutnya atau tidak. "Ya perkembangannya cukup bagus. Kansnya besar. Baru kali ini saya melihat dalam pertandingan harapannya ada, tapi belum bisa ditentukan sekarang," ungkapnya usai laga. Ia menjelaskan di Turnamen Segitiga di Ciamis nanti Apollon akan kembali dilihat kemapuannya saat menghadapi Persebaya Surabaya dan PSGC Ciamis. Baru setelah itu akan ada keputusan nasib sang striker. "Di sana (Ciamis) ada pertandingan. Akan diberikan kesempatan lagi untuk bermain. Mungkin setelah itu dapat memutuskan,"

Kata Rafi Tentang Perkembangan Kondisi Konate

Dokter tim PERSIB, Rafi Ghani mengaku belum dapat memastikan Makan Konate dapat tampil saat menjamu Lao Toyota pada laga lanjutan Piala AFC 2015, 18 Maret 2015 mendatang. Menurutnya, pemain asal Mali itu masih melakukan perawatan di sela jari kaki kirinya karena kutu air. "Mungkin keputusan bisa ikut bertanding lawan Laos dilihat nanti setelah hari Selasa. Jadi, apakah ada kemajuan atau tidak," kata Rafi di Cimahi, Minggu (15/3). Menurutnya, saat ini kutu air di kaki Konate sudah kering. Hanya saja belum sembuh total. "Sekarang ini saya baru lakukan terapi dengan memberikan obat, kita lihat nanti perkembangannya. Selain itu dimanipulasi pake bantalan supaya tidak banyak gesekan," bebernya.

Djadjang Putar Otak Saat Pemain Di Panggil TimNas

Tim Nasional Indonesia akan menghadapi dua laga uji coba dengan Kamerun dan Myanmar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Kondisi tersebut membuat pelatih PERSIB Djadjang Nurdjaman akan berpikir keras sebab timnya cukup banyak dihuni pemain Timnas. Djadjang mengaku belum mengetahui apakah ada pemainnya yang dipanggil atau tidak. Namun, beberapa pemain sudah menjadi langganan Timnas yakni I Made Wirawan, Achmad Jufriyanto, Supardi, Tony Sucipto, M. Ridwan, Hariono, Firman Utina dan Tantan. "Prediksi saya ada lima mungkin atau enam yang terpanggil, tapi tidak tahu. Kalau pun terpanggil, akan cukup sulit buat kita karena hanya beberapa hari setelah itu kick off ISL 2015," kata Djadjang di Mes PERSIB, Minggu (15/3). Djadjang menjelaskan, Timnas rencananya akan tampil pada tanggal 25 Maret nanti dengan Kamerun dan pada 30 Maret dengan Myanmar. Sedangkan PERSIB akan main pada tanggal 4 April 2015 di laga perdana ISL 2015 kontra Semen Padang. "Jujur posisi sulit. Kita pertimbangkan pertandingan tanggal 4 April karena laga perdana adalah laga penting," ungkapnya.

PERSIB kedatangan pemain seleksi baru

PERSIB kedatangan satu pemain baru, Gherry Setya. Pemain yang musim 2013 memperkuat Gersik United tersebut terlihat di lokasi latihan di Lapangan Pusdikpom, Minggu (15/3). Gherry terlihat ada di samping lapangan menggunakan jersey biru bernomor punggung 14. Pemain ini tampak akrab dengan beberapa pemain lainnya, seperti M. Ridwan, Achmad Jufriyanto, Dedi Kusnandar, Supardi dan pemain lainnya. Keakraban itu karena mereka sempat bersama di Arema dan juga Pelita Jaya. Gherry mempunyai tinggi 183 cm dan berat 74 kg. Dengan kedatangannya tersebut sebagai pemain kedua jika berstatus sebagai pelamar, setelah sebelumnya Nico Malau yang datang ke PERSIB untuk seleksi. ***

Apollon Empat Gol, Persib Hajar Setia fc

PERSIB sukses memborong delapan gol saat menggelar game internal menghadapi Setia FC di Lapangan Pusdikpom Cimahi, Minggu (15/3). Empat gol di antaranya diciptakan pemain seleksi Apollon Lemondzhava. Pemain asal Georgia ini menyumbangkan gol masing-masing pada menit ke-11, 15, 42 dan 70. Sementara empat gol lainnya di cetak Atep (’27), Dedi Kusnandar (’37), Firman Utina (’80) dan Vladimir Vujovic (’83). Selama 2x45 menit, Maung Bandung nyaris tak menghadapi kendala dari lawannya. Bahkan, bola lebih banyak berada di daerah pertahanan lawan sejak laga berlangsung. PERSIB membuka gol di menit 11 oleh Apollon. Gol pun terus mengalir ke gawang Setia. Hingga babak pertama usai skor bertahan 5-0. Di babak kedua, Maung Bandung tetap tampil beringas. Alhasil, lewat kerja sama apik tim asuhan Djadjang Nurdjaman ini menambah tiga gol tanpa balas. Djadjang menurunkan hampir semua pemain yang jarang tampil full time seperti Shahar Ginanjar, Abdul Rahman, Jajang Sukmara, Rudiyana dan beberapa pemain lainnya. Termasuk pemain seleksi Apollon yang harus digantikan Vladimir Vujovic pada menit 73. Berikut susunan pemain PERSIB Shahar Ginanjar (PG); Abdul Rahman, M. Agung, Dias Angga, Jajang Sukmara; Taufiq, Firman Utina, Dedi Kusnandar; Tantan ('53 Rudiyana), Atep ('45 Yandi Sofyan), Apollon Lemondhva ('73 Vladimir Vujovic).

Tantan Bangga Dengan Nomor 82

Penyerang PERSIB, Tantan, mengaku bangga dengan nomor punggung 82 yang dikenakannya. Selain mempunyai makna tersendiri, nomor tersebut menjadi angka ulang tahun PERSIB tahun ini. "Sebenarnya 82 awalnya karena ingin saja sebab jika dijumlah adalah 10, terus angka 8 dan 2 adalah kelahiran istri dan anak. Tapi saya baru tahu belakangan jika 82 adalah usai PERSIB tahun ini, bangga juga rasanya," kata pemain asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini. Dengan angka itu ia berharap menjadi tambahan motivasi untuknya dapat lebih baik di tahun ini. Namun bukan berarti sebagai angka keberuntungan, sebab beruntung dan tidak menurutnya adalah kehendak Tuhan. "Keberuntungan hanya Allah yang tahu. Kalau saya pakai 82 karena keinginan istri dan anak. Ya mungkin menjadi tambahan motivasi diri sendiri saja," ungkapnya. *** Penyerang PERSIB, Tantan, mengaku bangga dengan nomor punggung 82 yang dikenakannya. Selain mempunyai makna tersendiri, nomor tersebut menjadi angka ulang tahun PERSIB tahun ini. "Sebenarnya 82 awalnya karena ingin saja sebab jika dijumlah adalah 10, terus angka 8 dan 2 adalah kelahiran istri dan anak. Tapi saya baru tahu belakangan jika 82 adalah usai PERSIB tahun ini, bangga juga rasanya," kata pemain asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini. Dengan angka itu ia berharap menjadi tambahan motivasi untuknya dapat lebih baik di tahun ini. Namun bukan berarti sebagai angka keberuntungan, sebab beruntung dan tidak menurutnya adalah kehendak Tuhan. "Keberuntungan hanya Allah yang tahu. Kalau saya pakai 82 karena keinginan istri dan anak. Ya mungkin menjadi tambahan motivasi diri sendiri saja," ungkapnya

Kesetian ATEP dan HARIONO pada PERSIB - 3

2. Atep Ingin Pensiun di PERSIB, Hariono Bahagia Bisa Bertahan di PERSIB Pernah terpikir pindah dari PERSIB? Atep Beberapa tahun kemarin sempat terpikir untuk pindah karena ingin mencari tantangan baru, tim baru. Tapi sekarang tidak, saya punya harapan baru: keinginan pensiun di PERSIB. Hariono Sampai sekarang belum, saya merasa nyaman di sini. Kekeluargaan dan emosional persahabatannya begitu kental. Saya merasa PERSIB sebagai keluarga kedua.

kesetiaan ATEP dan HARIONO pada PERSIB 2

1. Tekad Kuat Apa yang melatarbelakangi keputusan memperkuat PERSIB? Atep Saat itu menjadi salah satu waktu yang cukup sulit bagi saya menentukan pilihan, tetap di Persija (Jakarta) atau pindah ke PERSIB. Sebab, saya sempat khawatir hanya duduk di bangku cadangan dan tidak maksimal, jadi saya takut mengecewakan orang yang mengajak saya ke PERSIB. Tapi saya punya tekad lebih besar. Apalagi sebagai warga Jawa Barat sangat ingin main dan bergabung dengan PERSIB. Saat itu kesempatan untuk mewujudkan cita-cita saya sejak kecil, mimpi besar gabung bersama PERSIB, walaupun saat bergabung saya mengawali dari bangku cadangan. Hariono Saya diajak sama coach Jaya (Hartono) ke Bandung. Saat itu saya sempat berpikir panjang, karena PERSIB akan menjadi klub pertama saya yang jauh dari rumah. Tapi saya tekadkan saat itu jika saya adalah pemain profesional yang harus siap tampil selalu baik di mana pun bermain.

Kesetiaan Atep dan Hariono Pada PERSIB

Pindah klub merupakan hal yang biasa dalam dunia sepak bola profesional. Namun, beberapa pemain jadi istimewa berkat loyalitas dan keteguhannya bertahan di satu klub untuk waktu yang cukup lama. Di antara pemain PERSIB saat ini, Hariono dan Atep menjadi pemain terlama memperkuat Maung Bandung. Keduanya menjadi penggawa Maung Bandung sejak musim 2008. Dari data yang terhimpun, Atep selama berkostum Biru-Biru sedah tampil selama 9.833 dengan 150 kali penampilan, sementara Hariono menorehkan waktu bermain selama 11.158 menit dari 136 laga yang dimainkan. Lantas apa makna loyalitas menurut mereka? Berikut wawancara dengan reporter PERSIB, Jatnika Sadili.

PERSIB rayakan hari jadi yang ke-82, dada rosada ikut bahagia

Wali Kota Bandung periode 2003-2013, Dada Rosada, mengaku bahagia masih dapat berkesempatan merasakan kebahagiaan PERSIB sebagai tim juara. Pada hari jadi tim PERSIB ke-82, ia berharap Maung Bandung dapat berprestasi lebih baik lagi. Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERSIB ini pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Direktur PT PBB, Glenn Sugita yang sudah membuat tim asal Kota Bandung menjadi klub profesional yang sehat bahkan membawa kebanggaan hingga menjadi juara. "Saya senang setelah 82 tahun PERSIB juara. Saya mau sampaikan terima kasih kepada pak Glenn dan orang-orang yang sudah membuat PERSIB seperti ini seperti pak Umuh, pak Zaenuri, pak Kuswara dan Juga Pak Yoyo S. Adiredja," kata Dada saat ditemui di Lapas Sukamiskin, Sabtu (14/3). Dada menjelaskan, nama-nama yang sebutkannya tersebut adalah orang yang berperan dalam lahirnya PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) hingga saat ini menjadi sebuah perusahaan yang bisa mengelola hingga menjadikan sepak bola sebagai industri. "Para pemain dan juga pelatih saat ini sudah membuat bangga Bobotoh. Saya menjadi Bobotoh sejak 1973 hingga saat ini. Harapan saya cuma tiga hal kepada mereka yang mengurus PERSIB. Salah satunya adalah regenerasi pemain," ungkapnya.

Ini Harapan Umuh di Ultah PERSIB

PERSIB merayakan hari ulang tahunnya yang ke-82, Sabtu (14/3). Tidak ada perayaan meriah, namun kesederhanaan mewarnai hari jadi tim berjuluk Maung Bandung ini. Umuh berharap, peringatan HUT PERSIB kali ini tetap membuat pasukan Djadjang Nurdjaman membumi. Maung Bandung kini menginginkan untuk mempertahankan gelar ISL dan dapat meraih prestasi terbaik di Piala AFC. "Memang ada harapan meriah tapi memang sederhana pun tetap tidak mengubah nilai. Karena yang penting doa dan harapannya," kata Umuh di Mes PERSIB sebelum potong kue ulang tahun, Sabtu (14/3). Menurutnya, harapan prestasi yang melimpah dan dapat kembali lebih baik dari musim sebelumnya dapat ditorehkan PERSIB. "Saya berharap dengan ini kita bisa tumbuh lebih padu dan juara lagi. Kita akan berusaha untuk membawa tim ini tetap juara," ungkapnya.

PERSIB Gelar Perayaan Hari Jadi ke-82 Secara Sederhana

PERSIB menggelar perayaan hari jadinya yang ke-82 dengan sederhana di Mes PERSIB, Sabtu (14/3). Pada kesempatan tersebut, tim, manajemen dan juga Bobotoh tampak antusias mengikuti prosesi peringatan hari ulang tahun klub. Kue dan nasi tumpeng tampak berderet rapi, diiringi lagu Jamrud berjudul Selamat Ulang Tahun berkumandang sebelum pelatih Djadjang Nurdjaman, Atep, Firman Utina, manajer Umuh Muchtar dan juga wakil manajer Mulyana meniup lilin dengan angka 82. Setelah prosesi tiup lilin dan potong tumpeng, Umuh pun membagikannya kepada ribuan Bobotoh yang memadati Lapangan Sidolig. Sontak kue dan tumpeng menjadi perebutan Bobotoh meskipun dengan kondisi kegembiraan. Setelah itu, pemain dan jajaran tim menyempatkan berfoto dan memberikan tanda tangan untuk Bobotoh yang sudah menunggu sejak siang di sekitaran stadion bersejarah ini. Acara yang berlangsung pukul 13.00 WIB ini pun berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Usai acara Bobotoh pun membubarkan diri dengan tertib.